PROSES KOMPOSISI MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

 

Komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk berimbuhan ) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata. Seperti kita ketahui  konsep-konsep dalam kehidupan kita banyak sekali, sedangkan jumlah kosakatanya terbatas. Oleh karena itu, proses komposisi ini dalam bahasa Indonesia merupakan satu mekanisme yang cukup penting dalam pembentukan dan pengayaan kosakata. Misalnya, dalam bahasa Indonesia kita sudah punya kata bukit untuk mengacu pada konsep “gunung kecil”, tetapi dalam kehidupan nyata kita punya juga “bukit kecil”, maka konsep “bukit kecil” itu kita wadahi dengan gabungan anak bukit. Contoh lain dalam bahasa Indonesia kita sudah punya kata merah, yaitu salah satu jenis warna. Namun, dalam kehidupan kita warna merah itu tidak semacam, ada warna merah seperti warna darah; ada warna merah seperti warna jambu; ada warna merah seperti warna delima; dan sebagainya. Maka untuk membedakan  semuanya itu kita buatlah gabungan kata merah darah, merah jambu, merah delima, dan sebagainya. Konsep yang diwadahinya adalah ‘merah seperti warna darah’, merah seperti warna jambu’, merah seperti warna delima’.

            Contoh lain lagi, bahasa Indonesia memiliki kata rumah untuk mewadahi ‘bangunan tempat tinggal’; Namun, dalam dalam kehidupan kita ada konsep ‘bangunan tempat menggadaikan’, maka terbentuklah komposisi rumah gadai ; ada konsep ‘bangunan tempat mengobati rumah sakit’, maka terbentuklah komposisi rumah sakit; da nada konsep ‘bangunan tempat makan’, maka terbentuklah komposisi rumah makan. Sebaliknya, konsep mengenai ‘bangunan tempat tinggal binatang’ punya satu kata tunggal yaitu kandang.

Comments

Popular posts from this blog

Morfem Dasar, Bentuk Dasar, Pangkal (Stem), Akar, dan Leksem

FILSAFAT BAHASA

FUNGSI DAN PERANAN ORGANISASI ASOSIASI KEPROFESIAN