MORFEM

 

Bahasa sangat penting dalam komunikasi baik tertulis mapun tidak tertulis. Sehingga  penggunaanya harus berdasar pada kebahasaan dan perbendaharaan kata yang kaya dan lengkap, begitu juga dengan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional yang dipunyai oleh bangsa Indonesia. Merupakan alat komunikasi yang efisien bagi pemersatu bangsa.

Tata bahasa harus berlangsung sesuai dengan kelaziman penggunaanya sehingga dapat diterima oleh semua penggunanya yaitu menggunakan kata bahasa yang baku. Tata bahasa baku merupakan bahasa yang menjadi kelancaraan dalam penggunaanya dan tidak bersifat mengekang bagi bahasa yang bersagkutan. Bahasa mempunyai struktur bentuk yang menyusun sebuah kata. Oleh karena itu ilmu morfologi bahasa yang mempelajari tentang struktur dan pembentukan kata. Kalau dkatakan morfologi membicarakan masalah bentuk-bentuk dan pembentukan kata, maka semua satuan bentuk sebelum menjadi kata, yakini morfem. Bahwasanya morfem adalah satuan  gramatikal terkecil  yang memiliki makna.

Namun banyak dari mahasiswa yang masih keliru dalam menetukan morfem dalam suatu kata, maka dari itu dari penulis membuat sebuah makalah yang berjudul klasifikasi morfem yang bertujuan untuk memberi inofrmasi kepada pembaca agar dapat menentukan morfem.    

Pengertian Morfem

Morfem (bahasa Inggris: Morpheme) adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna , morfem tidak bisa diagi ke dalam bentuk bahasa yang lebih kecil lagi, yang dapat atau tidak dapat berdiri sendiri.  Dalam tata  Bahasa Inggris, morfem berfungsi untuk membedakan kata jammak(plural), kata masa lampau(past tense) dan sebagainya. Tata Bahasa Tradisional  tidak mengenal  konsep maupun istilah morfem, sebab morfem bukanlah satuan dalam sintaksis, dan tidak seua mrfem mempunyai  makna secara filosofis.

Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna (Chaer, 1994: 146). Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang maknanya secara relatif stabil dan yang tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil; misalnya (ter-), (di-), (pensil), dan sebagainya adalah morfem (Kridalaksana, 1993: 141). Morfem adalah kesatuan yang ikut serta dalam pembentukan kata dan yang dapat dibedakan artinya (Keraf, 1984: 52).

Identifikasi Morfem

Untuk menentukan sebuah satuan bentuk adalah morfem atau bukan kita harus membandingkan bentuk tersebut di dalam kehadirannya dengan bentuk-bentuk lain. Satuan bahasa merupakan komposit antara bentuk dan makna. Oleh karena itu, untuk mnetapkan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan didasarkan pada kriteria bentuk dan makna itu.

Hal-hal berikut dapat dipedomani untuk menentukan morfem dan bukan morfem itu .

·         Dua buah bentuk yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama, merupakan dua morfem yang berbeda. Umpamanya, kata ayah dan kata bapak pada kedua kalimat berikut  adalah dua  morfem yang berbeda :

a. Ayah pergi ke Medan.

b. Bapak baru pulang dari Medan.

 

·         Bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem. Umpamanya bentuk renta pada konstruksi tua renta, dan bentuk kuyup pada konstruksi basah kuyup adalah juga morfem.

·         Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama adalah juga merupakan morfem yang sama. Misalnya bentuk baca pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama.

         Membaca

         Pembaca

         Bacaan

         Terbaca

·         Dua bentuk yan sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem. Umpamanya kata bulan pada kalimat berikut adalah sebuah morfem yang sama.

a. Bulan depan dia akan menikah.

b. Bulan November lamanya 30 hari.

 

·         Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda. Misalnya kata bunga pada kedua kalimat berikut adalah dua buah morfem yang berbeda.

a. Bank indonesia memberi bunga 5 persen per tahun.

b. Dia datang membawa seikat bunga.

·         Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa yang lebih besar (klausa kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi adalah juga merupakan morfem yang sama. Umpamanya kata kepala pada kalimat-kalimat berikut memiliki makna yang berbeda secara polisemi, tetapi tetap merupakan morfem yang sama.

a. Ibunya menjadi kepala sekolah di sana.

b. Nomor teleponnya tertera pada kepala surat itu.

c. Kepala jarum itu terbuat dari plastik.

Untuk membuktikan morfem sebagai pembeda makna dapat kita lakukan dengan menggabungkan morfem itu dengan kata yang mempunyai arti leksikal. Jika penggabungan itu menghasilkan makna baru, berarti unsur yang digabungkn dengan kata dasar itu adalah morfem.

Contoh:

Kata baik dengan kata membaik, jadi dengan kata menjadi, dan sebagainya.

Kata baik mempunyai arti berbeda dengan kata membaik, karena kata baik terdiri dari satu morfem, sedangkan kata membaik terdiri dari dua morfem yaitu morfem terikat berupa me- dan morfem bebas berupa baik. Disini akan berbeda arti yang terkandung di dalamnya.

Morfem –an, -di, me-, ter-, -lah, jika digabungkan dengan kata makan, dapat membentuk kata makanan, dimakan, memakan, termakan, makanlah, yang mempunyai makna baru yang berbeda dengan makna kata makan.

Untuk menentukan bahwa sebuah satuan bentuk merupakan morfem atau bukan kita harus membandingkan bentuk tersebut di dalam bentuk lain. Bila satuan bentuk tersebut dapat hadir secara berulang dan punya makna sama, maka bentuk tersebut merupakan morfem. Dalam studi morfologi, satuan bentuk yang merupakan morfem diapit dengan kurung kurawal ({ }) kata kedua menjadi {ke} + {dua}.

Perhatikan bentuk meninggalkan yang juga terdapat pada arus ujaran di atas, lalu bandingkan dengan bentuk-bentuk lain yang ada dalam deret berikut!

meninggalkan              peninggalan

ditinggal                      ketinggalan

tertinggal                     sepeninggal

Dalam deretan tersebut terlihat ada bentuk yang sama, yang dapat disegmentasikan dari bagian unsur-unsur lainnya. Bagian yang sama itu adalah bentuk tinggal atau ninggal. Betuk tinggal pun adalah sebuah morfem karena dan betuk maknanya sama. Untuk menentukan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan kita harus mngetahui atau mngenal maknanya. Perhatikan deret berikut!

Menelantarkan

Telantar

Lantaran

                                                                            

Meskipun bentuk lantar terdapat berulang-ulang pada deret tersebut, bentuk lantar adalah bukan bentuk sebuah morfem karena tidak ada maknanya. Lalu, ternyata juga pula bahwa bentuk menelantarkan mempunyai hubungan dengan telantar, tetapi tidak mempunyai hubungan dengan lantaran.

Comments

Popular posts from this blog

Morfem Dasar, Bentuk Dasar, Pangkal (Stem), Akar, dan Leksem

FILSAFAT BAHASA

FUNGSI DAN PERANAN ORGANISASI ASOSIASI KEPROFESIAN