Aspek Semantik Komposisi

 

Tujuan utama membentuk komposisi adalah untuk menampung atau mewadahi konsep-konsep yang ada dalam kehidupan kita tetapi belum ada wadahnya dalam bentuk sebuah kata (Abdul Chaer :2015)  Dilihat dari usaha untuk menampung konsep- konsep ini dapat dibedakan adanya lima macam komposisi.

1)   Komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabungkan sederajat, sehingga membentuk komposisi yang koordinatif.

Contoh lain:

Baca tulis                     'baca dan tulis'

Pulang pergi                'pulang dan pergi'

Makan pakai                'makan dan pakai'

Cantik molek               'cantik dan molek'

2)      Komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat, sehingga melahirkan komposisi yang subordinatil. Dalam komposisi ini unsur pertama merupakan unsur utama dan unsur kedua merupakan unsur penjelas.

Contohnya : sate (unsur utama) + ayam (unsur penjelas) = sate ayam yang memiliki makna gramatikal “sate yang berbahan dasar daging ayam”.

Makna gramatikal komposisi subordinatif ini memang tergantung pada komponen makna yang diniliki unsur keduanya. Seperti pada contoh di atas.

3)    Komposisi yang menghasilkan istilah, yakni yang maknanya sudah pasti, sudah tertentu, meskipun bebas dari konteks kalimatnya, karena sebagai istilah hanya digunakan dalam bidang ilmu atau kegiatan tertentu.

Beberapa contoh istilah dalam bentuk komposisi:

a. Istilah Olahraga:

-tolak peluru, angkat besi, terjun payung

b. Istilah Linguistik:

- fonem vokal, morfem bebas, frase endosentik, klausa verbal, kalimat inti

c. Istilah Politik:

-suaka politik, hak angket, hak pilih, hak prerogatif,sidang paripuma

d. Istilah Pendidikan:

-buku ajar, tahun ajaran, guru bantu,model pembelajaran,tenagakependidikan

e. Istilah Agama (Islam):

-hadis sahih,ayat kursi,wali hakim,zakat fitrah,ibadah haji

4)    Komposisi pembentuk idiom, yakni penggabungan dasar dengan dasar yang menghasilkan makna idiomatik, yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal.

-memeras keringat                   ‘bekerja keras'

-membanting tulang                'bekerja keras'

-menjual gigi                            'tertawa keras-keras'

-beratap seng                           'sudah tua'

-bau kencur                              ‘(masih) kanak-kanak'

5)    Komposisi yang menghasilkan nama, yakni yang mengacu pada sebuah maujud dalam dunia nyata. Misalnya, Griya Matraman, Stasiun Gambir dan Selat Sunda.

Comments

Popular posts from this blog

Morfem Dasar, Bentuk Dasar, Pangkal (Stem), Akar, dan Leksem

FILSAFAT BAHASA

FUNGSI DAN PERANAN ORGANISASI ASOSIASI KEPROFESIAN